PLB di Makassar Libatkan 4 Perusahaan

JAKARTA — PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) meneken nota kolaborasi dengan empat mitra dalam pembentukan pusat logistik berikat atau PLB di Makassar.

Direktur Utama Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV Doso Agung mengatakan kehadiran PLB di Makassar itu bisa memperlancar arus barang dari hulu ke hilir.

Lima perusahaan yang bermitra dengan Pelindo IV adalah PT Angkasa Pura Logistik, PT Kawasan Industri Makassar, PT Sumisho Global Logistics Indonesia, PT SITC Indonesia, dan PT Ampat Yasa Intermoda.

Selain PLB, lima mitra yang bekerja sama dengan perseroan juga akan membangun Container Freight Station dan Depo Container. Adapun para mitra yang berkolaborasi terdiri atas dua BUMN, satu anak usaha, satu perusahaan swasta nasional, dan dua perusahaan asing.

“Kolaborasi ini merupakan yang pertama kali dilakukan di Kawasan Timur Indonesia,” ujarnya dalam siaran pers, Selasa (23/1).

Direktur Fasilitas dan Peralatan Pelabuhan PT Pelindo IV Farid Padang menambahkan PLB di Makassar itu akan beroperasi selama 24 jam.

Selanjutnya, para mitra juga akan mengajak investor yang ada di KTI untuk turut mendukung kehadiran PLB.

“Diharapkan, dengan adanya PLB akan memperlancar arus barang karena dari hulu hingga hilir akan terkoneksi semua,” ujar Farid.

Doso juga menyatakan akan membuka pelayaran langsung internasional atau direct call di Pelabuhan Ambon, menyusul enam pelabuhan lain yang sebelumnya sudah membuka layanan yang sama.

Pelindo IV yang telah membuka direct call adalah Pelabuhan Makassar, Pelabuhan Bitung, dan Pelabuhan Palu. Kemudian, Pelabuhan Sorong, Pelabuhan Jayapura, dan Pelabuhan Samarinda.

“Sebentar lagi kami akan buka [direct call] dari Maluku. Ada 70 komoditas yang akan menjadi andalan [untuk diekspor melalui pelabuhan Pelindo IV],” ujarnya.

Doso menambahkan direct call dari Pelabuhan Ambon akan menjadi gerbang ekspor sejumlah komoditas andalan Provinsi Maluku seperti rempah-rempah, ikan, dan udang.

Dia berharap, pasokan komoditas perikanan yang saat ini berkurang bisa kembali meningkat sehingga muatan ekspor bisa optimal.

Di antara pelabuhan Pelindo IV yang sudah melayai direct call, Pelabuhan Makassar adalah pelabuhan dengan arus peti kemas tertinggi, yakni sebanyak 2.100 TEUs per bulan. Pelabuhan Makassar menjadi pintu gerbang bagi ekspor 50 komoditas, antara lain rumput laut, udang, ikan biji mete, kakao, dan ikan beku. Komoditas tersebut diekspor ke China, Korea, Jepang, Filipina, dan Thailand.

Sementara itu, trafik peti kemas ekspor di Pelabuhan Palu, Jayapura, Samarinda, dan Bitung berkisar 10-70 TEUs per bulan. Kelapa, kayu merbau, ikan, dan kayu lapis menjadi komoditas andalan di lima pelabuhan tersebut. Komoditas tersebut juga diekspor ke negara-negara Asia Timur. (Rivki Maulana)

Please follow and like us:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Enjoy this Article? Please spread the word :)